Selasa, 16 April 2013

Parahnya Diri (Pak, Mak, maafkan aku ...)

Aku meminta agar pertunangan adikku tidak diperpanjang, aku sangat khawatir mereka berdua tidak dapat menjaga hal-hal yang dilarang dalam Islam. Aku tegaskan pada Bapak, Emak dan adikku tentang itu. Melihat gejala belakangan ini, aku sangat tak yakin. Bahwa istilah 'tunangan' hanyalah dikenal di masyarakat sekarang saja, Islam tidak mengenal istilah itu. Islam hanya mengenal istilah pinangan, yang artinya bahwa wanita yang telah dipinang atau dalam pinangan seorang pemuda tidak boleh lagi dipinang oleh pemuda lain. Ibarat dalam muamalah, barang yang sedang ditawar seseorang tidak boleh atau haram hukumnya jika ditawar oleh orang lain. Aku bukan ustadz, bukan pula seorang 'alim, namun pengetahuanku yang sedikit tentang Islam dan kecintaanku pada Agama ini membuatku ingin menjaganya semampuku. Bagiku, sebenarnya tak setuju dengan budaya tunangan yang cenderung membuat orang yang terlibat lebih permissive pada pasangan tunangan. Dianya hanya menjadi jebakan syetan. Bagi yang bertunangan juga merasa bahwa mereka sudah boleh lebih 'dekat' dari sebelumnya, Naudzubillah. Terlebih ibuku beralasan karena ada anggota keluarga (adik iparku) yang baru meninggal bulan desember yang lalu. Dalam kepercayaan orang-orang Jawa, tidak boleh mengadakan pesta di tahun yang sama dengan adanya 'musibah' tersebut. Terang-terangan aku menyebutnya syirik, kalaupun akan ada 'petaka' karena itu maka itulah konsekwensi yang harus kita terima sebagai orang beriman, sebagai penjaga akidah. Karna aqidah memang lebih mahal harganya dari nyawa kita sendiri. Insya Allah, Allah akan membayarnya dengan Surga-Nya. "Bapak, Mamak,..maafkan aku karena aku harus berkata seperti ini. Ini kulakukan karena sayangku kepada kalian." Aku mencium mereka sambil mataku sembab,.....paaaraaahhh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

- See more at: http://united-akhied.blogspot.com/2012/11/memasang-burung-twitter-di-blog.html#sthash.tplrg5P4.dpuf