Kamis, 02 November 2017

Saatnya Hijrah (Bagian 4)

Berangkat dari kesendirian, sejatinya kita selalu dalam lindungan-Nya. Hanya saja, sadarkah kita siapa diri? Adakah cahaya-Nya dapat masuk menembus relung hati ini? Tafakurlah dan pahami diri sendiri sebagai jalan mengenal Robb sejati. "Barang siapa mengenal dirinya, maka dia mengenal Tuhannya", ungkapan ahli tasawuf yang dalam.
Sendiri dalam perjalanan, sejatinya kita selalu dalam pengawasan-Nya. Hakikat hidup adalah perjalanan, setiap detik adalah persimpangan. Hanya dengan zikrullah kita akan dapat pedoman. Al-Quran selalu jadi pegangan. Mungkin dunia ini adalah permainan semata, tapi disinilah kita mencari kunci surga-Nya.
Menangis sendiri, sejatinya kita dalam tatapan-Nya. Hanya saja, untuk apa kita menangis? Untuk DIA atau dunia? Renungkan lagi dan menangislah lagi. Menangislah atas segala dosa dan kesalahan kita atau menangislah karena kita tak dapat menangis. Menangislah dan menangislah lagi.
Dari Anas رضي الله عنه, katanya: “Rasulullah صلی الله عليه وسلم berkhutbah, tidak pernah saya mendengar suatu khutbah pun yang semacam itu , Beliau bersabda: “Andaikata kalain mengetahui apa yang saya ketahui, niscaya kalian semua akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” Anas berkata: “Maka para sahabat mereka menutupi mukanya sambil menangis terisak-isak” (Muttafaqun ‘alaih)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

- See more at: http://united-akhied.blogspot.com/2012/11/memasang-burung-twitter-di-blog.html#sthash.tplrg5P4.dpuf